![]() |
|
| Web | Results 1 - 10 for Rendy Maulana[definition]. |
|
Dipindah - Sunday, July 10, 2005 - |
Rethinking Marketing:From Intellectual to Emotional and Spiritual Marketing
Iseng-iseng saya membuka arsip di detikinet saya tertarik dengan artikel mengenai Penetrasi Internet di Indonesia. APJII mentargetkan bahwa di 2007 pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 20%. Sebetulnya saya rasa, internet di Indonesia sudah cukup banyak penggunanya, yang menjadi masalah adalah Mahalnya harga koneksi Internet di Indonesia, hal ini yang menyebabkan mengapa angka itu sulit untuk bergerak naik. Mengapa Hal ini bisa terjadi, dikarenakan Indonesia jika ingin masuk ke jaringan Internet harus membayar biaya LINK untuk menuju kesaluran terdekat yang terhubung dengan Internet. LINK ini bisa via Kabel Fiber Optic, Satelit, dan sebagainya. Meski di Indonesia sudah ada IX (Internet Exchange) yang dikenal sebagai IIX (Indonesia Internet Exchange) tetapi tetap saja untuk koneksi ke LINK Internasional, dikenakan biaya yang cukup mahal. Belum lagi penyalahgunaan IIX oleh beberapa ISP yang menarik biaya mahal untuk terkoneksi ke IIX, Beberapa ISP menjual mahal koneksi untuk ke IIX, termasuk beberapa ISP di Bandung.. Sungguh disayangkan hal semacam itu, jika memang perkembangan Internet di Indonesia ingin cepat maju, serta bisa berjalannya aplikasi E-Commerce secara maksimal di Indonesia, perlulah adanya koordinasi yang baik antara pemerintah yang membangun E-Government, APJII, ISP-ISP di Indonesia, serta dukungan dari aktivis dunia Internet. Hal ini memang seperti fenomena AYAM-TELUR yang juga terkait dengan keberadaan INVESTOR yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Jika memang Internet di Indonesia sudah menjadi murah, saya yakin, kesenjangan sosial antara orang yang berorientasikan kepada teknologi dan humanity di Indonesia akan berkurang, karena semakin terintegrasinya teknologi kedalam sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Rendy Maulana |
Masalah Satria Kepencet yang beberapa hari ini marak diperbincangkan di Milis ITB dan Detik.COm
Masalah Satria Kepencet - Tuesday, May 03, 2005 - http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/05/tgl/03/time/16446/idnews/354661/idkanal/10 http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/05/tgl/03/time/174219/idnews/354698/idkanal/10 http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/05/tgl/03/time/18292/idnews/354708/idkanal/10 membuat saya tertarik untuk berbincang lebih dalam dengan Affan Basalamah, rekan saya di ITB. berikut petikannya.. Affan Basalamah: kalau ditinjau dari masalah satrio kepencet, milis ITB itu kan jadi wadah informasi dan komunikasi utk warga ITB, Affan Basalamah: dan orang lain sebenarnya nggak perlu menjadikan itu jadi sumber berita, kalau dia bukan orang ITB, karena keberadaannya dia itu sebenarnya tidak legal juga Affan Basalamah: itu hanya kita perbolehkan saja Rendy: sama dengan plagiarism ya.. Affan Basalamah: bukan berarti orang lain bisa masuk dan dengar, bukan berarti milis itu media umum Affan Basalamah: ibaratnya "untuk kalangan sendiri Affan Basalamah: ibaratnya "untuk kalangan sendiri" Affan Basalamah: kalau ada yg tersinggung, ya jangan protes Affan Basalamah: kalao mau menyalahkan, salahkan : Affan Basalamah: 1. satrio kepencet Affan Basalamah: 2. orang yg memforward berita2 ini ke wartawan Affan Basalamah: nah, pertanyaannya, siapakan orang yg hobinya memforward berita ke wartawan ? Rendy: tapi mas.. itu kan itb@itb.ac.id bisa di googling via mail-archive Rendy: dan itu kalau tidak salah setiap 10 hari sekali google mengindex situs itu Rendy: dan itb@itb.ac.id itu masuk Affan Basalamah: nah, itb masuk ke mail archive bukan disengaja Affan Basalamah: kita nggak pernah bilang-bilang bhw arsip milis itb bisa diakses di situ Rendy: di google bisa.. di yahoogroups keindex juga kok Rendy: pas kebetulan ada yg nge search IT KPU ITB kan bisa masuk kesana Affan Basalamah: ya bisa ajaAffan Basalamah: tapi bukan diendorse oleh ITB Affan Basalamah: itb nggak pernah menyuruh orang2 buka arsip milis ITB disana Affan Basalamah: analoginya, ada wartawan mencuri dengar pembicaraan di rumahnya orang tanpa permisi Affan Basalamah: wartawan nggak pernah tanya dulu apakah berita ini benar apa nggak Affan Basalamah: langsung tembak aja Affan Basalamah: tapi wartawan kan sebelumnya nggak pernah tahu ada arsip milis Affan Basalamah: siapa sekarang yang kira2 mengajari wartawan cara membuka arsip milis ITB ? Affan Basalamah: masa wartawan disuruh mendengar omongan bantah2an EL vs IF ? Rendy: saya sempet waktu itu takut gara2 arsip topik "++++" yg dulu Rendy: berarti kalo emang orang luar pada baca.. waduh Affan Basalamah: ya iya Rendy: bisa2 salah salah itb bener2 tercemar namanya gara-gara gossip itu Affan Basalamah: makanya, harus berhati-hati ngomong di internet Affan Basalamah: tapi ya memang begitulah adanya, mau gimana ? Teruntuk Mas Basuki Suhardiman.... Semoga masalah ini cepat berlalu... dan wartawan iseng itu tidak memuat masalah yang sebetulnya bukan tanggungan mas.. |
| Search within results | Language Tools | Search Tips | Dissatisfied? Help us improve |
| Google Home - Blogger - Blogger Templates - Rendy's Blog |
© 2005 Rendy Maulana




